Komisi Informasi Pusat (KIP) secara resmi menyelenggarakan kegiatan *Kick Off* dan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2026. Acara yang berlangsung pada 26 Agustus 2026 di Auditorium Abdul Rahman Saleh, RRI Jakarta, ini menjadi momentum strategis bagi badan publik di seluruh Indonesia untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas informasi kepada masyarakat.
Ketua Komisi Informasi Pusat, Bapak Agung Saputro, menegaskan bahwa Monev bukanlah sekadar ajang perlombaan atau kontestasi untuk meraih predikat semata. Sebaliknya, proses ini merupakan cermin bagi setiap lembaga untuk memotret sejauh mana kewajiban keterbukaan informasi telah diimplementasikan dengan sungguh-sungguh dan berdampak nyata bagi publik.

Dalam paparannya, Komisioner KIP Bapak Deri Hendrian menjelaskan bahwa Monev 2026 melibatkan 385 badan publik dari berbagai kategori, mulai dari kementerian, lembaga negara, hingga perguruan tinggi negeri. Seluruh peserta diharapkan mampu menunjukkan komitmen integritas dalam setiap tahapan, mulai dari pengisian kuesioner hingga proses verifikasi data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan Monev tahun ini juga menjadi perhatian penting bagi unit kerja di seluruh penjuru tanah air, termasuk keterlibatan PPID IAIN Sorong. Partisipasi aktif dari berbagai perguruan tinggi, termasuk IAIN Sorong, menunjukkan kesadaran kolektif badan publik dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Seluruh rangkaian Monev akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kalender, dimulai dari pembukaan akses pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) pada akhir Agustus hingga penutupan di akhir September 2026. Pihak KIP menekankan agar setiap badan publik memaksimalkan waktu tersebut untuk melakukan koordinasi dan konsultasi teknis terkait penggunaan aplikasi e-Monev yang telah disediakan.
Komisi Informasi Pusat juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi badan publik melalui asistensi yang intensif sebelum batas waktu pengunggahan data berakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi area abu-abu dalam pengelolaan informasi, sehingga budaya keterbukaan dapat benar-benar terintegrasi ke dalam sistem kelembagaan, bukan sekadar tugas administratif.
Menutup rangkaian acara, KIP berharap bahwa hasil dari Monev 2026 ini akan menghasilkan data yang aktual dan faktual, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kepercayaan publik (trust) terhadap pemerintah dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Partisipasi seluruh badan publik diharapkan mampu membawa semangat transparansi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat di masa depan.
Video Dokumentasi :

