PPID IAIN SORONG — Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) IAIN Sorong menggelar pertemuan dalam rangka Penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Rektor IAIN Sorong, Wakil Rektor II sekaligus Ketua PPID, Koordinator PPID, serta seluruh tim yang tergabung dalam struktur PPID IAIN Sorong.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah IAIN Sorong dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus membangun koordinasi yang lebih baik di antara unit-unit kerja yang terlibat dalam pengelolaan informasi. Penyusunan DIP diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai informasi yang perlu dan dapat disampaikan kepada masyarakat serta informasi yang membutuhkan kehati-hatian dalam proses publikasinya.

Pertemuan dimoderatori oleh Erwinestri Hanidar N.A., selaku Kepala TIPD sekaligus Koordinator PPID IAIN Sorong. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, yang menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari tanggung jawab lembaga kepada masyarakat.
Menurut Rektor, masyarakat perlu mengetahui berbagai hal yang telah dilakukan oleh IAIN Sorong. Karena itu, diperlukan pemetaan yang baik agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar sesuai dengan kebutuhan keterbukaan, sementara informasi tertentu yang memiliki batasan tetap dikelola dengan penuh kehati-hatian.
“Ini menjadi hal penting karena ini menjadi keterbukaan kita untuk masyarakat terhadap hal-hal apa saja yang telah kita lakukan. Rapat ini bertujuan untuk memetakan apa saja yang perlu dan harus ditunjukkan, yang mana juga harus kita hati-hati untuk dipublikasikan. Hal ini membutuhkan koordinasi bersama, pentingnya kerja sama, dan keterbukaan bagi lembaga kita,” ujar Suparto.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keterbukaan informasi bukan semata-mata menjadi tugas satu unit, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur dalam institusi. Semangat kolaborasi dan koordinasi menjadi kunci agar pengelolaan informasi publik dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan arahan tersebut, Muhammad Rusdi Rasyid, selaku Wakil Rektor II sekaligus Ketua PPID IAIN Sorong, menyampaikan bahwa apa yang telah disampaikan Rektor perlu segera ditindaklanjuti secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa penyusunan DIP merupakan bagian dari kerja institusi yang membutuhkan kontribusi seluruh tim PPID.
“Apa yang disampaikan Pak Rektor perlu kita tindak lanjuti. Ini adalah kerja sama untuk kita satu institusi, karena ini sangat penting, dan kami mengharapkan kerja sama tim semuanya,” ungkap Rusdi.
Selanjutnya, Koordinator PPID Erwinestri Hanidar N.A. memaparkan perkembangan pengelolaan PPID IAIN Sorong hingga saat ini. Pemaparan mencakup pembentukan struktur organisasi PPID serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi PPID, termasuk proses pengumpulan dan pemetaan informasi dari masing-masing unit.
Pembahasan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman seluruh tim mengenai peran masing-masing dalam mendukung penyusunan DIP. Dengan adanya pembagian peran yang jelas, setiap unit diharapkan dapat lebih aktif dalam menyiapkan informasi sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PPID juga memberikan masukan agar seluruh unit yang tercantum dalam struktur PPID IAIN Sorong bergabung dalam grup WhatsApp PPID. Langkah ini dimaksudkan untuk memperlancar komunikasi dan koordinasi sehingga seluruh anggota dapat mengetahui perkembangan pekerjaan, informasi terbaru, serta tugas dan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Pertemuan juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unit dalam proses penyusunan DIP. Setiap unit diharapkan dapat mengidentifikasi informasi yang berada dalam lingkup tugasnya untuk selanjutnya dihimpun dan dipetakan sebagai bagian dari proses pengelolaan informasi publik IAIN Sorong.

Sebagai tindak lanjut, PPID IAIN Sorong akan kembali menggelar pertemuan yang melibatkan seluruh tim PPID. Pertemuan berikutnya akan membahas lebih lanjut perkembangan penyusunan DIP, termasuk tindak lanjut dari masing-masing unit serta berbagai kebutuhan yang perlu disiapkan untuk memperkuat pengelolaan informasi publik.
Melalui pertemuan ini, IAIN Sorong terus membangun budaya keterbukaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat, tetapi juga pada penguatan kerja sama dan komunikasi internal. Dengan semangat kebersamaan, setiap unsur diharapkan dapat mengambil peran sehingga keterbukaan informasi publik menjadi bagian dari tata kelola lembaga yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

